Travelling

jilid2 ~ Lembah menawan Surya Kencana- menuju Puncak Gn.Gede

2016_0528_23200800

hamparan bunga edelwis yang indah, awan putih yang menawan, hutan cantini nan elok ~ surga para pendaki untuk menapaki puncak Gn gede.

melanjutkan cerita yang belum berakhir Selabintana, sesuatu yang sangat indah. indah dengan awan putih, badai, dan kicauan burung di dalam hutan yang basah. Indah karena perjalanan yang panjang dengan banyak cerita, tidak semua orang mungkin yang mau memilih jalur sepanjang ini. tapi meninggalkan cerita indah, cerita selabintana ❤

Minggu 29 Mei 2016 

Pagi masih dalam balutan sleeping bag. 3 lapis kaos kaki dengan balutan alumunium foil yang masih hangat menyelimuti kaki yang dinginya luar biasa. Suasana didalam tenda masih saja hening  diantaranya masih terlelap dalam mimpi indah selabintana

IMG-20160615-WA0008
camp surya kencana
Jpeg
beberes camp

Inilah camp kami yang berada 200 meter sebelum lembah surya kencana. Disini cukup mendirikan 2-3 tenda, dengan kondisi yang seadanya (toilet) dan karena ada pohon, disini cukup baik untuk kami mendirikan camp dan cukup aman dari hembusan angin pegunungan.

Sekilas bayangan para pendaki berada jauh di atas puncak gunung gede, sayang hasrat kami untuk melihat sunrise hanya sebatas keinginan. Pukul 7 pagi, beberapa masih ada yang tidur karena capek dan teman lainnya seperti ana, wirna dan kamal mulai menghidupkan katel, memasak air, menanak nasi dan menggoreng kudapan sosis, memasak beberapa kaleng ikan sarden. Kali ini kopi susu torabika dipilih sebagai penyuguh lidah yang masih dingin brrrrrrrr…

DSC01351
Camp selabintana

Dengan wajah yang masih sayu, satu persatu mulai beberes, packing, melipat tenda dan bersih2 area sekitar camp. sampah anorganik dimasukan kedalam trash bag dan dibawa turun keposko lapor.

Pertempuran pun dilanjutkan menuju puncak Gn.Gede. kabut tebal menemani perjalanan. disini terdapat hamparan luas edelwis yang sangat indah. terlihat diujung kanan para pendaki lain banyak mendirikan tenda dan ada aliran air bersih yang dapat digunakan untuk keperluan minum. Sensasi dingin ala pegunungan cukup menusuk kulit saat berkemah di sini. jadi untuk teman2 disarankan berkemah disebelah barat yang cukup aman dari hembusan angin.

Dipadang edelwis yang sangat luas ini kami menyempatkan berfoto, Akmal sebagai juru bidik dan Yohana sebagai video record moment kebersamaan kami.

20160529_103815
3 srikandi Selabintana di lembah Surya kencana
DSC01373
7 travelmates Selabintana di Hamparan lembah surya kecana

Lembah surya kencana

2016_0528_23182600
lembah surya kencana

Dipinggir bagian utara menuju Puncak, terdapat sungai kecil yang mengalir. airnya cukup bersih, beberapa aqua yang kosong, kami isi air untuk perjalanan menuju Puncak.

Perjalanan Surya kencana-Puncak gede lumayan menambah seksi betis kami. pemandangan dalam hutan yang ditumbuhi cantini menambah eksotis indahnya Gn.Gede. Setengah perjalanan menuju puncak, stok makanan ringan menjadi energi kami, aqua dan ciki2 taro menambah semangat teman2 apalagi saya yang super capek 😀

Menuju puncak G.Gede

uhhahhuhhh…. ayoo,, ujung bukit hampir saja terlihat dari sini..cuma beberapa ratus meter namun,sedikit tenaga untuk pantang menyerah.  Ratusan anak tangga yang berbatu sampai ujung puncak Gn Gede. Perjalanan 2 jam surya kencana akhirnya sampai lah kami di Puncak Gn Gede. semua wajah sumringah, aura senyum yang mengembang dan tawa yang pecah dari semua kawan bersorak riuh. cuaca yang mendung, disini kami hanya dapat menikmati angin gunung yang begitu dingin, dengan kabut awan yang tebal. gerimis mengundang  canda.

2016_0529_01062700
Harapan besar menuju puncak

Rasa pegel, capek hilang seketika setelah kami menapaki puncak Gn gede ( 2958 MPDL). Suara riuh, senyum senang terlihat setelah perjalanan panjang 14 jam yang aduhai. sayang awan tebal menutupi pemandangan dibawah sana. Puncak gunung gede terlihat memanjang, berbeda dengan puncak gunung pangrango yang runcing sempurna. di puncak gunung gede ini akan tercium aroma belerang yang kadang kala sangat menyengat hidung. Kawah gede ini terdiri dari Kawah Ratu dan Kawah Wadon

Copy of 2016_0529_01285100Puncak Gn. Gede

2016_0529_01102000

2016_0529_01315700

Puncak Gn. Gede

awal tebal Puncak gunung gede

Setelah istrahat minum dan menikmati puncak Gunung gede, beberapa duduk meregangkan kaki, dan beberapa teman lainnya mengabadikan moment2 di gunung gede. Ini belum berakhir(kyakyaaaaaaaaaaaaaaaa). masih ada perjalanan selanjutnya yang melelahkan.

untuk teman2 jangan lupa bawa sampah nya turun ya, jaga gunung biar tetap Indah.

Gunung itu seperti Ibu, dia adalah tempat pelarian terbaik disaat diri kita sedang membutuhkan semangat baru ~ sun dari saya untuk semua teman teman :* :*

next masih ada cerita perjalanan dari Puncak menuju posko akhir cibodas.

 

Advertisements
Story

Tentang Kita dan Kopi

14115577_10207453362513957_5933263517100796018_o

kopi, Puisi

Ketika dua dan tiga cangkir kopi

berkumpul untuk merayakan sepi

puisi ada ditengah-tengahnya.

 

Di musim yang rusuh ini

kota dan kita rentan bencana

kamu dan aku rentan gila

 

kita ini secangkir kopi

kamu cangkirnya, aku kopinya

peminumnya adalah malam, hujan dan puisi ❤

Travelling

Jilid 1: Menapaki Gunung Gede Via Selabintana yang tak berkesudahan

Selabintana ❤ ❤

20160528_080129

inilah kesan kami selama perjalanan dengan tracking terpanjang dan tersuram diantara beberapa jalur seperti cibodas dan gunung putri. Gerbang pendakian yang tidak terlalu ramai dengan maksimal quota sebanyak 100 orang, jalur ini juga kurang diminati banyak orang selain karena tracking nya panjang, trek nya yang cukup curam, hampir tidak ada jalan yang landai.

Pendakian Gn. Gede yang cukup berkesan karena kami kedatangan teman baru (Hendri, Arie, Wirna, Akmal) yang sebelumnya ada yohana dan Akmal Syarif. Pendakian kami diawali atas keisengan untuk mendaftar naik gunung gede oleh teman Fadli dan Fajri, tapi diujung keberangkatan fadli batal ikut rombongan karena dengan alasan kampus yang sangat urgent (entah iya entah ngk).

2016_0529_01293900
Hatur Nuhun fadli ❤

Oh ya, seminggu sebelum keberangkatan kami harus mengirim KTP dan kartu keterangan sehat yang dikeluarkan oleh klinik atau rumah sakit. Semua diurusi oleh ketua yang sangat gesit yakni akmal.

Jumat malam 27 mei 2016

Kami  meluncur menuju terminal sukabumi yang merupakan meeting point. Aku dan kamal berangkat dari bandung, sedangkan akmal dan teman lainnya berangkat dari ibukota. Pada pukul 11:00 malam,  aku & kamal terlebih dahulu sampai, kami pun menunggu disalah satu pos jaga diterminal.

Pukul 01:00 dini hari kami semua berkumpul, kemudian akmal ( kepala rombongan) mulai menyewa angkot menuju posko selabintana. dengan kondisi jalan bebatuan dan licin, kami sampai di posko utama selabintana pukul 02:30. Sebelum masuk ke posko kami pun mampir beristirahat makan, shalat dan beberes di sebuah warung yang juga bisa digunakan untuk beristirahat. Kondisi badan yang kurang bersahabat, karena kurang istrahat ditambah dingin yang membabi buta, sedikit membuat capek.

Akses bandung-sukabumi(Selabintana)

Bandung-sukabumi

Untuk teman teman yang dari bandung bisa berangkat dari terminal leuwi panjang, naik MGI dengan ongkos Rp. 30.000 Kemudian turun di terminal sukabumi, dari terminal sukabumi bisa sewa angkot menuju gerbang selabintana, dengan tarif Rp 10.000 perorang.

 Sabtu, 28 Mei 2016                                                                                 Pagi : 08:00 Am

Selabintana cukup sekali, kami mulai pendakian jam 08:00, lapor ke posko sembari menerima wejangan dari kepala posko setempat. Kami berkumpul untuk berdoa dan pemanasan, sementara beberapa penjaga pos memeriksa simaksi yang sudah kami persiapkan. Bersama dengan grup pendakian yang berjumlah kurang lebih 25 orang kami bergerak untuk memulai pendakian Gn gede.

jalur-salabintana-gede-pangrango
Peta jalur Pendakian selabintana

DSC01295

 

2016_0527_19594500

Memasuki jalur pendakian, kami di disuguhi dengan ranting pepohonan yang cukup menghalangi perjalanan, menelusuri punggungan dengan kontur menanjak tajam, hampir tidak ada yang datar. Sambutan yang luar biasa SELABINTANA. Sepi hanya kami bertujuh, keringat yang mengucur deras, membasahi tiap lekukan tubuh yang seksi, basah karena humus yang lembab dan yang paling luar biasa sepanjang perjalanan banyak ditemui PACET  yang mengelinjang (^_^).

20160529_102038

Ari dengan sigap mengeluarkan minyak sereh yang ampuh untuk menghalau serangan pacet yang sangat aduhai di pelipis pohon kayu besar berakar. Sebelum berangkat pun saya sempat mengolesi minyak sereh di seluruh bagian tubuh yang terbuka walaupun minyak ini beraroma  seperti minyak nenek nenek jaman dahulu kala ( Minyak nek lampir ), hahaha jadi para pacet sirna luluh lantah.

2016_0528_01180400

pondok cigeber

Pukul 12:00 am kami beristirahat dilahan yang lumayan datar berada dipunggungan cigeber. Dengan menggelar tikar kami pun beristirahat makan dengan bekal yang telah kami persiapakan sebelum kami berangkat tadi pagi. Satu jam beristirahat tak satupun pendaki yang lewat  melewati jalur selabintana. Dengan jalaur yang wassalam wajar sepi pendaki yang melewati selabinta. emng selabinta yang sangat luar biasa.  😦 😦

 2016_0527_22153400Para teman yang bercanda dengan senyum yang membuat perjalanann penuh semangat, nutrijel yang membantu kami dari kehausan, dan lucunya akmal mengeluarkan sebungkus plastik kecil yang berisi dodol picnik, hehe,sungguh mengesankan. Kepikiran ya bawa dodol!!! tau gitu saya bakalan bawa ubi cilembu ,,hahahah

Dari puncak cigeuber jalan kami lanjutkan berupa jalan menurun sempit, disitu ada pita police line, sepertinya daerah penangkaran margasatwa. Konon beberapa dari blog yang pernah saya baca, disini ada beberapa harimau. SELABINTANA ADUHAI ANCOL ❤

2016_0528_22130800

2016_0528_04282900

20160528_085128

Tidak ada yang saling egois untuk mendahului, bahkan seringkali saya ditunggu beberapa teman karena jauh ketinggalan. Perjalanan masih panjang, hanya saja kaki sedikit pegal, dan sesaat saya hampir menyerah,sudah ngak sanggup (Malu mengingat), Akmal, yohana, arie, dan wirna menjadi team terdepan dan saya, hendri dan kamal team back tengah. Sesekali saya selalu menggoda hendri,, masih jauhkan ?? selalu beribu pertanyaan dan harapan akan segera sampai di surya kencana.

Menyerah..hampir jam 3 sore kami pun masih belum sampai. Disatu shelter cileutik kami pun beristirahat sejenak meluruskan kaki dan pinggang yang pegel. Disini kami bertemu dengan team yang lain. Berkumpul bersama melepas lelah dari perjalanan panjang yang gilaaaa.Sedikit turun di bawah pos yang sudah roboh ini terdapat sungai yang aliran air nya kecil dan membentuk air terjun mini. Bila tidak terlalu dingin bisa mandi di sungai ini. Di lokasi ini beberapa pendaki bisa beristirahat bersama namun tidak cukup untuk mendirikan 2-3 tenda.

setelah melepas haus kemudian hendri memulai  beralih diposisi terdepan dengan kamal dan yohana. Mereka memilih untuk berangkat terlebih dahulu, biar bisa bikin tenda. akmal, arie, wirna dan saya menyusul setelah beberapa waktu kemudian. Di 1/3 menuju puncak, trek yang kami lewati nyaris gila, dengkul ketemu kepala dan seketika akmal kram dan saya pun selalu bilang ingin menyerah. Untung ada wirna yang bersedia mengantikan carrier dan arie yang selalu menyemangati di garis akhir sambil menawari madu yang membuat tambahan tenaga.ahhhhh sudahhh,,saya tidak ingin mengingat bagaimana kami diterpa badai di sore hari, dan akmal yang hampir masuk ke jurang. Seketika saya makin ingin bilang saya tidak ingin naik gunung 😦

Lagi lagi  hampir per 15 menit saya beritirahat, kaki dan helaan nafas sudah tidak bernyawa untuk bergerak. Sesaat kami bertemu dengan team anggota lain yang juga akan menuju puncak Gn,gede, beberapa diantaranya ada yang tumbang (not me)

Pukul 8 malam menuju Surya Kencana

Menyerah,,saya menyerah, ( gw nyanyi D masiv dulu kali ya )

itulah kata yang selalu saya lontarkan keteman2. Bukan karena apa2, punggung yang mulai kaku telinga mulai berdenging dan baju yang dipakai membuat badan dingin dan kaku. Dipenghujung pendakian saya mendapati trek yang ngak masuk akal, hampir dan nyaris saya kehilangan tenaga, berasa mau pingsan, bepegangan dengan bantuan akar pohon sesekali arie membantu dengan cukup kuat, thanks arie. Madu yang sangat membantu menambah tenaga, 15 menit menuju puncak, untung saya dijemput oleh kamal yang terlebih dahulu sampai, nyaris  mau pingsan.

Pukul 08:30 kami pun sampai di posko penginapan, tenda baru 1 yang dipasang, karena kondisi badai yang cukup membuat sulit untuk mendirikan tenda. Kami mendirikan 2 tenda yang saling berdekatan satu sama lain. Sementara yang lain sibuk mendirikan satu tenda lagi, para srikandi pun sibuk mempersiapkan makan malam. Malam ini dengan menu indomie telur ala padang + nugget dan telur dadar. Setelah tenda siap dipasang, semua bersiap makan malam. Dengan kondisi seadanya, cuaca dingin nan ekstrim, semua makanan cukup laris manis. Efek masuk angin membuat perut saya sedikit ngk enak badan, beberapa alumunium foil, saya balutkan ke badan dan kaki untuk menghindati hipotermia. Coklat hangat, energen jahe dan beberapan minuman hangat lainnya, habis kami lahap.

( ana, wirna masih sibuk ngobrol asik,,sementara saya lansung berbaring tidur) dan malam semakin larut menuju fajar.

Malam yang dingin seribu cerita selabinta, serinai senja, angin malam yang membelai kulit, disini memilih rindu untuk berkisah selabintana.

Total perjalanan yang kami tempuh dengan tracking sepanjang 11 km dengan waktu tempuh 12-13jam dengan jalur berupa 70% tanjakan naik , 15% tanjakan landai , 15 % menuju puncak tanjakan tajam tanpa ampun.

2016_0528_23200800

Terimakasih Selabintana, medan yang tragis, pengorbanan jalan 13 jam, pacet yang siap menghisap darah, Punggungan bukit yang terjal, Bibir jurang yang curam, Badai Selabintana, Tanjakan tajam, kapok untuk kesini. Ngak lagi2

Selabintana Nan elok, jalurmu tidaklah salah, hanya kami sedikit keliru, ceritamu tidak menakutkan, berkesan dalam 13 jam perjalanan. Tapi kesini bukan alasan untuk kembali ❤

berlanjut ya, karena penulis cukup lelah mengutarakan isi hati diselabintana 🙂 🙂

Travelling

Pagi di rancabali ~ Glamping lakeside & Phinisi

IMG_0031ide datang  setelah ajakan untuk ekplore bandung bagian selatan ( Rancabali) oleh sohib akmal ( kamal). Ide gila untuk menghilangkan kebosanan akibat kurang piknik ( butuh vacation)

Next..

Akses menuju Glamping Lakeside  ❤IMG_0005

Berangkat pukul 6:00 pagi  dari dago kami menelusuri jalan Kopo, soreang. ciwidey dan rancabali. Jalanan masih cukup lengang dan sepi. untuk yang pertama kali melewati kopo, disarankan berangkat lebih pagi, karena akan memakan waktu lebih lama karena macet di daerah kopo dan sekitarnya.

dari bandung bisa melewati leuwipanjang-ciwidey, dan bisa juga menggunakan motor dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam.

dari ciwidey masih 21 km menuju rancabali, lumayan bikin pinggang pegel. Setelah memasuki kecamatan rancaupas, kami disuguhi perkebunan teh yang berjejer indah mengikuti perbukitan patuha. Perbukitan yang hijau dan sangat asri.

IMG_0012

setelah melewati beberapa tanjakan dan turunan sampailah kami di depan gerbang, glamping sidelake di rancabali. gerbangnya cukup besar, sebelah kanan dari arah ciwidey dan sebelum gerbang Rancaupas.Teman2 yang kesini ngk bakalan kesasar, karena petunjuk arah cukup imformatif.

Dari gerbang menuju  glamping cukup jauh, luamayan sekitar 5 km. Jalanan masih dalam tahap pembangunan, masih bebatuan yang belum diaspal dan sepertinya akan segera rampung. Pemandangan perkebunan teh yang bersanding cantik dengan situ patenggang menambah keindahan wisata disini.

Phinisi Resto

Phinisi resto ini terdiri dari 2 lantai, lantai pertama berisi resto yang masih dalam tahap pembangunan, dan lantai kedua tempat para hunting foto yang berlatar situ patenggang. Fasilitas masih minim, dengan menu seadanya.

IMG_0123Area : Parkir luar glamping

area parkir  cukup luas, dari parkiran terlihat beberapa jalanan  blok yang masih dalam tahap pembangunan. Fasiltas kamar mandi yang cukup baik

naik ke bagian phinisi disuguhi situpatenggang yang cantik, dan perbukitan patuha yang berjejer indah

IMG_0093       area lantai 2 Phinisi resto lantai

IMG_0023      area lantai 1  Phinisi resto lantai

IMG_0023

Gambar : Resto Phinisi

IMG_0110

*SituPatenggang

setelah puas memutari resto phinisi saya kebagian bawah yang mana terdapat situpatenggang yang begitu indah. beberapa pendatang berperahu mengintari situpatenggang.

IMG_0112

*Perkebunan Teh Walini ~ PTPN VIII RancaUpas

perkebunan teh yang cukup luas, hamparan yang sangat indah memukau mata. Para petani sibuk memetik pucuk teh yang sudah ranum. terlihat indah. Panorama yang begitu asri yang menambah keelokan rancaupas. Disini juga juga dapat berkunjung ke pabrik Teh.

Perkebunan teh

IMG_0139

Karcis Masuk Glamping lake Side 

Masuk  ke area glamping kita mesti membeli Tiket seharga Rp 20.000 per orang dan parkir sewa motor  Rp 3000.untuk bisa masuk ke Pinisi Resto kita harus melakukan deposit di semacam magnetik card minimal 10.000 idr yang nantinya digunakan untuk alat pembayaran di dalam Pinisi Resto

Akses kemudahan :

*Dengan menggunakan mobil pribadi/motor bisa tracking by GPS ( klik: Maps )

Tol Kopo >> Jl. Raya Kopo >> Jl. Raya Soreang Kopo >> Jl, Raya Ciwidey >> Jl. Raya Ciwidey Rancabali.

*Dengan menggunakan Angkutan umum

naik  dari leuwipanjang – ciwidey- rancabali

music

Im jealous of the night

“Jealous”

I’m jealous of the rain
That falls upon your skin
It’s closer than my hands have been
I’m jealous of the rain
I’m jealous of the wind
That ripples through your clothes
It’s closer than your shadow
Oh, I’m jealous of the wind, ’cause

[Chorus:]
I wished you the best of
All this world could give
And I told you when you left me
There’s nothing to forgive
But I always thought you’d come back, tell me
All you found was heartbreak and misery
It’s hard for me to say,
I’m jealous of the way
You’re happy without me

I’m jealous of the nights
That I don’t spend with you
I’m wondering who you lay next to
Oh, I’m jealous of the nights
I’m jealous of the love
Love that wasn’t here
Gone for someone else to share
Oh, I’m jealous of the love, ’cause

[Chorus:]
I wished you the best of
All this world could give
And I told you when you left me
There’s nothing to forgive
But I always thought you’d come back, tell me
All you found was heartbreak and misery
It’s hard for me to say,
I’m jealous of the way
You’re happy without me

As I sink in the sand
Watch you slip through my hands
Oh, as I die here another day
‘Cause all I do is cry behind this smile

[Chorus:]
I wished you the best of all this world could give
And I told you when you left me
There’s nothing to forgive
But I always thought you’d come back, tell me
All you found was heartbreak and misery
It’s hard for me to say,
I’m jealous of the way
You’re happy without me

It’s hard for me to say,
I’m jealous of the way
You’re happy without me

 

 

Story

Travelmates Salabintana ~ Punggungan Mt.Gede

2016_0528_23200800

 

Tentang bagaimana rasa dalam perjalanan
Tentang bagaimana Gn.Gede yang kami daki
Tentang bagaimana meyakinkan diri sendiri
Dan bagaimana perjalanan setelah itu
Perasaan terhibur dalam badai surya kencana
bagaimana tawa dalam haru yang memuncak
Aku menyukainya dengan rasa senang
Bagaimana senyum yang baru saja melepas rasa
Rasa ingin pasrah dan menyerah
Tujuh rasi travelmates berteman indah dengan tanpa menyerah

ohw salabintana ❤ ❤
Perjalanan di punggungan gunung yang seksi
Betis  kokoh siap menapaki
Sesekali menyerah dalam ketidakpastian

cibodas kami jumpai
Batuan kerikil seperti racun berduri
Menekan hati langkah yang kami lalui
Hujan dalam sendu hutan yang basah dan lembab
Dan tangan merangkul  hangat dalam dinginnya hutan cibodas
persimpangan sudut rumah menghentikan langkah

saat kami berburu dengan waktu, berburu langkah hati dan kaki
menghentikan gengaman tangan dalam malam
suatu kejutan tentang rasa
sesuatu perjalanan indah
Selabintana ❤ ❤

2016_0528_22233800

Travelling

Seseruan Papandayan ~> Pondok Saladah – Tegal alun – Hutan Mati

DSC08871
Pondok saladah

 

Lanjutin cerita   papandayan 1 yang sebelumnya

Minggu 17 agustus 2015

Setelah semalaman di pondok salada pukul  5 pagi, satu persatu dari kita sudah pada bangun. Sahabat akmal pagi2 udah duluan ke toilet umum, wudlu untuk shalat subuh, Beuhhh dinginnn. Pas mau beranjak dari sleeping bag, dinginnya masih aja kerasa ampe ke tulang. Akhirnya aku dan ana memberanikan diri untuk keluar dari tenda dan walhasil antrian ke toilet beud ramenya, mengalahi antrian sembako. Dingin air makin aja membuat badan jadinya kaku, kami ikut menghangatkan badan disalah satu api unggun yang berada persis dibelakang posko lapor.

Kami melanjutkan untuk bikin sarapan, diantaranya memilih untuk bikin kopi, jahe, dan beberapa diantaranya membantu untuk menyiapkan nuget dan indomie yang hendak dimasak, singkat cerita kami makan begitu lahapnya,, dan yang tersisa hanya katel kotor yang belum sempat kami cuci. seruu guysss..

Papandayan

Papandayan

DSC08887Setelah sarapan dan beberes kami pun beranjak menuju tegal alun. Semua carrier masih disimpan dalam tenda. cuaca pun mendukung untuk kami pergi ke tegal alun dan  perjalanan sambil haeurey an. Untuk mencapai tegal alun kami harus melewati tanjakan mati, lumayan eui, sedikit ngap2an. Untuk teman2 disarankan lebih hati karena agak sedikit curam( takut jatuh).

DSC04384DSC04385

DSC04374

Setelah melewati tanjakan yang cukup curam, kami mendapati lapangan edelwis yang sangat indah, tapi jangan sampai dipetik ya guys. mari kita jaga biar hamparan edelwis  tetap tumbuh dan terjaga dengan baik, dan kami pun menikmati nya dengan penuh kagum

seseorang dari rombongan yang tidak kami kenal, menghampiri kami. mereka mengajak kami untuk gabung bersama untuk berfoto dan  mengucapakan dirgahayu Indonesia ” .horeee rasanya bahagia sekali teman

Papandayan

DSC04372

tegal alun

Setelah menikmat hamparan edelwis nan indah, kami melanjutkan ke hutan mati. Namanya aja hutan mati, ngk satupun ada pohon yang tumbuh disekitarnya, terlihat beberapa tebing curam

Hutan mati

kondisi hutan mati yang menyeramkan namun beberapa tumbuh pohon cantini berwarna hitam diatas material lumpur yang sangat mempesona dengan pesona langit berwarna biru

Hitan mati

Hutan mati

hutan mati

DSC04395

DSC04439

DSC04448

Pukul 1 siang

dari hutan mati kami pun melanjutkan ke perkemahan, nyusun perlengkapan, menegemasi tenda dan melanjutkan untuk pulang kebandung. Perjalanan pulang kali ini agak sedikit menangtang, karena teman teman memutuskan untuk mengambil jalan pintas.

DSC04462

DSC04457sesekali bebbi salah seorang teman yang ikut saat itu, selalu memberikan candaan sehingga perjalanan kami pun tidak membosankan,

DSC04484an

DSC04489

sesampianya di gerbang posko pertama , kami melanjutkan naik ojek munuju pool minibus yang mau kebandung. sejenak kami singgah untuk beberes, mandi, shalat dan ganti pakaian. jam 4 sore, dan bus yang  hendak kami tumpangi pun datang,  lumayan sempit sih busnya. terimakasih Teman2 untuk pendakian kali ini,,am so happy guyss. See you next time :*

nah untuk teman yang mau ke papandayan yang dari bandung bisa naik dari terminal caheum:

  1. naik minimus garut – cikajang kemudian turun di Alun-alun Cisurupan ( Rp 30.000)
  2. alun alun cisurupan – ke gapura menuju Camp David, Papandayan ( 25.000)      bisa ojek atau pickup.
  3. tarif masuk papandayan                                                                                                               WNI weekday : Rp 5.000,-
    WNI weekend : Rp 7.500,- per hari
    WNA weekday : Rp 75.000,-
    WNA weekend : Rp 100.000,