Seseruan Papandayan ~> Pondok Saladah – Tegal alun – Hutan Mati

DSC08871
Pondok saladah

 

Lanjutin cerita   papandayan 1 yang sebelumnya

Minggu 17 agustus 2015

Setelah semalaman di pondok salada pukul  5 pagi, satu persatu dari kita sudah pada bangun. Sahabat akmal pagi2 udah duluan ke toilet umum, wudlu untuk shalat subuh, Beuhhh dinginnn. Pas mau beranjak dari sleeping bag, dinginnya masih aja kerasa ampe ke tulang. Akhirnya aku dan ana memberanikan diri untuk keluar dari tenda dan walhasil antrian ke toilet beud ramenya, mengalahi antrian sembako. Dingin air makin aja membuat badan jadinya kaku, kami ikut menghangatkan badan disalah satu api unggun yang berada persis dibelakang posko lapor.

Kami melanjutkan untuk bikin sarapan, diantaranya memilih untuk bikin kopi, jahe, dan beberapa diantaranya membantu untuk menyiapkan nuget dan indomie yang hendak dimasak, singkat cerita kami makan begitu lahapnya,, dan yang tersisa hanya katel kotor yang belum sempat kami cuci. seruu guysss..

Papandayan

Papandayan

DSC08887Setelah sarapan dan beberes kami pun beranjak menuju tegal alun. Semua carrier masih disimpan dalam tenda. cuaca pun mendukung untuk kami pergi ke tegal alun dan  perjalanan sambil haeurey an. Untuk mencapai tegal alun kami harus melewati tanjakan mati, lumayan eui, sedikit ngap2an. Untuk teman2 disarankan lebih hati karena agak sedikit curam( takut jatuh).

DSC04384DSC04385

DSC04374

Setelah melewati tanjakan yang cukup curam, kami mendapati lapangan edelwis yang sangat indah, tapi jangan sampai dipetik ya guys. mari kita jaga biar hamparan edelwis  tetap tumbuh dan terjaga dengan baik, dan kami pun menikmati nya dengan penuh kagum

seseorang dari rombongan yang tidak kami kenal, menghampiri kami. mereka mengajak kami untuk gabung bersama untuk berfoto dan  mengucapakan dirgahayu Indonesia ” .horeee rasanya bahagia sekali teman

Papandayan

DSC04372

tegal alun

Setelah menikmat hamparan edelwis nan indah, kami melanjutkan ke hutan mati. Namanya aja hutan mati, ngk satupun ada pohon yang tumbuh disekitarnya, terlihat beberapa tebing curam

Hutan mati

kondisi hutan mati yang menyeramkan namun beberapa tumbuh pohon cantini berwarna hitam diatas material lumpur yang sangat mempesona dengan pesona langit berwarna biru

Hitan mati

Hutan mati

hutan mati

DSC04395

DSC04439

DSC04448

Pukul 1 siang

dari hutan mati kami pun melanjutkan ke perkemahan, nyusun perlengkapan, menegemasi tenda dan melanjutkan untuk pulang kebandung. Perjalanan pulang kali ini agak sedikit menangtang, karena teman teman memutuskan untuk mengambil jalan pintas.

DSC04462

DSC04457sesekali bebbi salah seorang teman yang ikut saat itu, selalu memberikan candaan sehingga perjalanan kami pun tidak membosankan,

DSC04484an

DSC04489

sesampianya di gerbang posko pertama , kami melanjutkan naik ojek munuju pool minibus yang mau kebandung. sejenak kami singgah untuk beberes, mandi, shalat dan ganti pakaian. jam 4 sore, dan bus yang  hendak kami tumpangi pun datang,  lumayan sempit sih busnya. terimakasih Teman2 untuk pendakian kali ini,,am so happy guyss. See you next time :*

nah untuk teman yang mau ke papandayan yang dari bandung bisa naik dari terminal caheum:

  1. naik minimus garut – cikajang kemudian turun di Alun-alun Cisurupan ( Rp 30.000)
  2. alun alun cisurupan – ke gapura menuju Camp David, Papandayan ( 25.000)      bisa ojek atau pickup.
  3. tarif masuk papandayan                                                                                                               WNI weekday : Rp 5.000,-
    WNI weekend : Rp 7.500,- per hari
    WNA weekday : Rp 75.000,-
    WNA weekend : Rp 100.000,

 

 

 

Advertisements

One thought on “Seseruan Papandayan ~> Pondok Saladah – Tegal alun – Hutan Mati

Comments are closed.