jalur Pendakian Papandayan ( Parkiran Papandayan -Camp David – Kawah – Pondok Saladah )

Ketika mendaki, tidak perlu fokus untuk mendapat puncak tetapi nikmatilah pendakian ini senikmat mungkin bersama teman2 yang penuh bahagia

Jumat / 14 agustus 2015                 

08:00 pm

Akhirnya kesampaian juga naik Papandayan berkat seorang temanku (akmal :syarif) yang hobi naik gunung. Awalnya ngk yakin bakalan berangkat kerena waktunya yang mepet belum lagi persiapan yang harus di bawa naik. Lanjut ke persiapan apa yang harus dibawa. Teman akmal merinci perlengkapan yang harus dibawa. Selain itu tidak lupa juga aku nanya ke istri sahabat kuliah ku ( nyonya Dani), sebagai seorang yang suka hiking dia pasti tau pasti apa saja kebutuhan yang musti disiapin. Oke lansung dengan persiapan, beberapa persiapa aku nyontek dari (baca: tips mendaki gunung untuk pemula)

 

Sabtu / 15 agustus 2015   

Kami berangkat pukul 10:00 Wib  dari terminal caheum. Naik minibus dengan arah jurusan Garut- Cikajang dengan ongkos Rp 30.000. Kebetulan kami berangkas pas weekend, jadinya macet. Kami sampai di di garut pukul 14:00 wib. Kebetulan jembatan menuju kesana tidak bisa dilewati, jadinya kami ngeteng menuju atas. Dari simpang..  apa ya lupa,, kami naik mobil bak terbuka menuju simpang Cisurupan, disini ada sebuah mesjid, biasanya para pendaki  ngumpul dulu untuk shalat, makan dan setelah itu melanjutkan perjalanan ke Gn. Papandayan. Tarif yang dipatok Rp 10.000. Oke next Guys

DSC08769

Cuaca Panas, tapi roman teman2 keliatan happy, jadi ikutan semangat untuk lanjut. DSC08770

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit, kami sampai di gerbang Papandayan, ternyata rame juga yang mau hiking. Kami mampir kesalah satu warung untuk melepas lelah sejenak,beberapa ada yang tengah sibuk memesan nasi Indomie telor dan kue pengganjal perut. Setelah makan, shalat kami melanjutkan perjalanan.oke next

~ Parkiran Papandayan -Camp David – Kawah – Pondok Saladah

Dari parkiran Papandayan kami mulai meniti carrier yang udah mulai kerasa berat. Kerikil batuan mulai menhajar perjalanan kami. hanya saja eksistensi buat selfi2harus dipertaruhkan demi sebuah kenangan naik gunung. Akmal sang fotografer mulai jepret jepret :p :p

Perjalanan nya lumayan santai, selama perjalanan kami menghabiskan waktu saling bercerita dan tertawa . Pemandangan Asap belerang dan bau yang sedikit menusuk  selama perjalanan, kerikil batuan dan beberapa sungai kecil dan tebing tebing perbukitan selalu menjadi panorama yang sedap untuk dinikmati.

Next GuysDSC08845

 

 

DSC08840

DSC08854

Senangnya bisa ekplore papandaya, ditemani para genk yang gila kocak, dan cewek  petualangan yang selalu penuh semangat. Inilah kebersamaan yang penuh arti.

Akhirnya sampai di pondok saladah, setelah melapor ke post, kami memutuskan untuk pasang tenda disini, untungnya masih ada beberapa space yang kosong untuk tenda kami, akmal, beni dan teman lainnya sibuk pasang tenda bersamaan angin malam yang udah mulai meronta-ronta. hanya 2 tenda , satu tenda cowok dan sarunya tenda kami para ladies. para teman2 lansung buka lapak tenda,, hahaha..apa yang terjadi..ini cepretan yang memukau saat bintang terang menghiasi langit yang indah.

DSC08866

Potret by akmal : kala malam indah dengan bintang.

beberapa dari teman2 sudah mulai masuk tenda, beristirahat untuk melanjutkan perjuangan esok ke Tegal alun dan hutan mati

Advertisements