Posted in Story

Apa Sebab Merindu?

reblogggggg

Saung Tinta Jalanan

#
Aku ingin belajar membaca, agar tahu sebab merindu.
Aku buka, tutup, buka kemudian ku tutup lagi beberapa lembaran buku dalam rak lemariku. Mungkin beribu-ribu kali hingga terkadang akupun lupa hitungan jemariku.

#
Dari a, b, c, d hingga selesai. Kemudian ku ulangi lagi, hingga bacaanku sempurna tanpa buku-buku itu.
Tapi tetap saja sama, sempurnaku selalu tak bisa bertemu sebab merindu.
Lalu ku coba arahkan untuk belajar mendengar, agar tahu sebab merindu.

#
Hari demi hari, ku lakukan hanya untuk mendengar kisah para pesakitan.
Mungkin orang mengira aku konsultan kehidupan, yang selalu punya senyum tanpa sedikitpun mengeluh dengan peluh. Menganggap aku sebagai seorang motivator level atas yang ‘fee’-nya ratusan juta rupiah sekali pentas. Waktuku sudah penuh dengan janji bertemu mereka tiap hari. Bahkan tidak jarang, pesakitan mereka pun karena bersemai rindu.
Mendengarnya tiap hari, sungguh melucu. 

View original post 272 more words

Advertisements

Author:

mencoba merangkai kata demi kata untuk membuat sebuah kalimat persahabatan, menjelajahi tempat tempat untuk dijadikan tempat berkumpul bergurau ria, sekiranya bait bait kata bisa menjalin silaturahmi.