Posted in Travelling

Searahangin's Weblog

Takut dan sesal

Cerita seorang sahabat yang datang pada ku beberapa hari lalu, membawa ingatan ini kembali pada sebuah roman lama, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, oleh Buya Hamka (Sang Maestro). Ingatan ku kembali pada sosok Zainuddin yang membentang harapan luas akan tanah Minangkabau nan rupawan, nun jauh dibalik lautan. Harapan itu pudar, jikala telah sampai ia ke tanah asalnya itu. ia tek teraku minang, bukan lah pula bugis, di rantau badan tersisih, pun di rumah badan tak berharga. Konon Hayati, nama seorang bunga desa, keturunan Datuk, bergelar berkedudukan terpandang di tanah Minang, ini lah penyambung nyawa Zainuddin dan merenggutnya kembali setelahnya.

30 November 2008, siang itu aku tengah dialun lamunan, setelah badai dimalamnya mengamuk pikiran, mata urung dapat terpejamkan, ingin rasanya petang itu kuhabiskan untuk menenangkan kepala. Sahabatku datang dalam ketergesaan, namun wajahnya begitu kelam dirundung malang.

β€œHai…masuklah saudara ku, ada apa gerangan, hingga dipetang nan bermandikan cahaya ini, kau jadikan kelam…

View original post 553 more words

Advertisements

Author:

mencoba merangkai kata demi kata untuk membuat sebuah kalimat persahabatan, menjelajahi tempat tempat untuk dijadikan tempat berkumpul bergurau ria, sekiranya bait bait kata bisa menjalin silaturahmi.