Posted in Travelling

hari terakhir di serambi mekkah

Sore ini begitu cerah, setelah hampir seminggu lebih merasakan indahnya negri aceh yang memiliki kultur yang sangat kental dengan islami nya. Berkeliling sepanjang kota calang dan berkunjung ke sebuah dermaga, sambil duduk menyantapi mie aceh nan elok rasanya dan secangkir jus wortel. Sejenak aku berfikir dan memberikan senyuman yang indah untuk sahabat terbaik ku: Ira dan kak irni, serasa memiliki keluarga yang begitu sayang dan ramah terhadap kita. inilah keakraban kamu seketika berjalan dulunya stunami 2004.

Setelah itu kita melanjuti ke puncak gerutee, tapi sebelumnya kita mampir dulu di perkampungan LAMNO (si mata biru), mungkin teman teman pernah dengar cerita si mata biru,

Nama Lamno begitu populer, dikarenakan sebagian penduduknya berciri khas orang Eropa, sehingga sebutan “si Mata Biru” atau “bulek Lamno”komunitas si Mata Biru atau lebih dikenal dengan sebutan bulek Lamno, kini sudah berkurang jumlahnya, karena Stunami 2004 yang sebahgian besar menelan keturunan lamno. Orang lamno sangat terkenal cantinya, mata biru, rambut pirang, hidung mancung karena dulu kononnya asal-usul keberadaan orang Portugis di Lamno.

Versi pertama mengatakan Portugis datang ke Aceh untuk menjajah pada tahun 1519 dan menikah dengan penduduk setempat, sedangkan versi kedua mengatakan sebuah kapal perang Portugis yang berisikan ratusan prajurit terdampar di perairan Lamno.Kemudian Raja Daya yang berkuasa pada saat itu menyelamatkan prajurit dan menerima mereka menjadi penduduk setempat, dengan syarat harus memeluk agama Islam. Diantara salah seorang warga lamno mengatakan kebanyakn diantara mereka sangat pemalu, kalau mau mencari mereka, datanglah pada hari minggu,  karena mereka akan pergi kepasar untuk belanja. Kita sempat berkeliling selama 2 jam di sana, tapi tidak menemukan satupun dari Keturunan lamno simata biru nan elok jelita itu.

kita memutuskan untuk ke gerutee, Subhanall indahnya puncak geute, puncak yang berda di bibir laut, jika jauh memnadang lepaslah semua penat di kepala, tak lengkap rasanya kalau hanya sebentar di Geurutee Puncak, walaupun hanya sekedar mencicipi secangkir kopi. Apalagi kalau waktunya pas lagi senja, pemandangannya sungguh sangat indah. dan udaranya pun bertambah sejuk., Sungguh indah nya Perkampungan lamno dr puncak gerunteem dan kekaguman yang begitu Wauu :), Sebelum kita minum kopi aceh dan mie arang aceh, kita sempatin dulu berfoto bersama 🙂

gpingin lagi berkunjung kesana, terimaksih untuk Pak boy,, pak pen, kak irni, kak ira dll,< sungguh pengalaman yang menyenangkan bertemu kalian. miss u all,,

Semoga lain waktu kita bertemu lagi Calang dan sahabatku 🙂 .akhirnya besok aku kembali ke bandung, …

Advertisements

Author:

mencoba merangkai kata demi kata untuk membuat sebuah kalimat persahabatan, menjelajahi tempat tempat untuk dijadikan tempat berkumpul bergurau ria, sekiranya bait bait kata bisa menjalin silaturahmi.