Travelling

melihat negeri Serambi Mekkah hari pertama

Pagi Tanggal pertengahan maret 2012 aku bersiap siap menuju bandara halim, kami akan berangkat ke aceh untuk survey emas di Calang, ACEH JAYA. Kami berangkat ber4 orang, johan, guiterez dan omri. Selama 1 jam perjalanan dari bekasi menuju bandara HALIM akhirnya kami sampai dan lansung cek-in memasuki pesawat yang hendak menuju ke Aceh. Pagi ini benar benar dingin, badan kaku, dan mata masih menyimpan kantuk karena subuh sekali udah bangun dan packing barang.

kami pun lepas landas  jam 8 pagi, sesampai di aceh jam 11. 30 wib. Perjalanan yang sangat melelahkan dan menyenangkan. Hampir selama 3,5 jam kita tidur di pesawat.

Setelah barang barang perlengkapan dan semuanya di ambil kami pun keluar bandara. akhirnya sampai di negeri serambi mekkah yaitu aceh, Sebuah kota yang berada jauuh di ujung barat pulau Indonesia dan memiliki keunikan wilayah yang sangat terakulturasi.

kami pun keluar menuju bandara sultan iskandar muda, kami melihat bentuk dari atap bandara yang cukup unik seperti simbol topi yang di pakai oleh Teuku Umar atau Cut Nyak Dien

 

Mobil melaju dengan sangat kecang membawa kami ke sebuah rumah makan ,Makanan yang ditawarkan di warung makan  di luar bandara ini adalah ayam goreng panas yang menjadi andalan. Ayam goreng tersebut memang benar-benar dihidangkan panas-panas setelah digoreng. Semua menu dihidangkan di meja, diantaranya nasi sepiring beserta nasi tambah, sepiring kari kambing, sepiring kecil sambal ikan kayu/tongkol, sepiring kecil sambal kecap. Untuk minuman yang cocok sebagai teman makan sekaligus pereda jika kita punya darah tinggi yaitu minuman es mentimun serut. Soal rasa, ayam gorengnya empuk dan gurih lho OpenRicers..kuah kari kambingnya juga terasa nikmat ditambah sambal kecap yang membuat lidah sedikit panas

Setelah mencicipi makanan kami ditunggu oleh beberapa orang dari anggota tim survey di aceh. kami di ajak dulu jalan jalan di sekitar kota aceh, sunggu pemandangan yang indah, disana terdapat Museum aceh. didirikan sebagai sarana untuk pusat informasi mengenai bencana alam Tsunami dan didirikan sejak bencana alam tsunami telah memporak porandakan daerah Aceh pada tahun 2004. Segala informasi mengenai tsunami besrta lembaga-lembaga donor yang telah membantu korban tsunami di Aceh akan tersedia di Museum Tsunami, bahkan nama-nama korban tsunami akan ditulis pada ddsatu dinding dibangunan

((di ambil dari sebuah majalah tentang aceh )

Setelah kami melewati museum aceh kami juga sempat mampir di terminal aceh, saya lansung ketawa melihat angkot di sekitar terminal, orangnya menyebut labi labi Menurut sejumlah sopir di Terminal Keudah Banda Aceh, ancaman kelangsungan operasional labi-labi di Banda Aceh disebabkan banyaknya kendaraan sepeda motor yang dimiliki masyarakat saat ini. Sehingga banyak yang tidak lagi memanfaatkan jasa angkutan umum itu.

Setelah hampir beberapa jam kami keliling akhirnya kami beranjak menuju Calang, Aceh jaya. Hampir selama perjalanan kami melihat laut, jalan yang berkelok dan sangat sepi membuat mobil melaju dengan kencang nya. Disana kami di temani beberapa orang aceh, diantara nya ada teman dr teman ku yang dulu sama-sama kuliah di jatinangor, Namanya bang angga, dia bekerja di Kantor Gubernur banda aceh. dia sangat baik sekali sampai-sampai nemanin kami (saya dan johan) ke calang. Untung kami di bantu sama bang angga, karena untuk masuk daerah baru kami harus izin dan silaturahmi dahulu, yang paling mengagumkan adalah saya bertemu dengan salah satu yang dulunya sebagai anggota GAM, sungguh hal hal yang paling tidak pernah terfikirkan sebelumnya. Dulu waktu masih kuliah saya pernah berfikir kalau orang GAM itu mengerikan, ternyata itu ngk sama sekali, Mereka sangat baik, sangat ramah, Sangat melindungi kami untuk yang pertama kali kesana, Pokoknya Orang Aceh itu sangat baik,

Jalan Ini merupakan jalan yang baru di bangun setelah stunami tahun 2004, ini merupakan kerja sama dari beberapa instansi pemerintahan, Jalan yang sangat sepi, klo di bandung saya menyebutnya jalan Tol, bahkan beberapa hewan Piaraan ternak seperti sapi, domba dsb nya bebas untuk melintasi jalanan, Sungguh hal yang membuat saya ketawa, karena pas kita lewatin , si sapinya ngk mau ngasih jalan,,hahahah 🙂 🙂

Perjalanan dari banda menuju Calang ditempuh dalam 3 jam, kami melewati semen andalas yang berda di pinggir pantai, kata bang angga,  operasi dari pabrik semen padang sempat terhenti gara gara stunami tidak terasa jam menunjukan jam 22.20 wib, perut uit uit mau makan, apadaya kita masih belum nyampe juga, dan dilihat kiri kanan hanya terlihat pohon pohon dan perbukitan. Sempat mampir untuk menjemput beberap kru Dari GAM supaya kita mendapat izin dlu untuk survey Emas Di calang.

Akhirnya jam 12 saya nyampai di Calang, Saya Lansung ke penginapan karena capek nya minta ampuyuuunnnn. Kita menginap Di Hotel Pantai Barat (berasa di Luar negri aj), penginapan kita dekat sekali dengan Pantai, Aduuhhh hay,

inilah tempat menginap kami selama hampir seminggu lebih, banyak suka dan duka nya kami lewati, banyak cerita dan indahnya lingkungan calang, ini merupakan cerita hari pertama berada di calang, mari kita lanjutkan cerita hari hari beriktnya di calang,,,lanjuttttt gannn 🙂 🙂 ditunggu ya.. heheheh 🙂 🙂

Advertisements
Story

a Furia Roja Spanyol

Spanyol berhak melaju ke final Euro 2012 usai menang adu penalti 4-2 di pertandingan semi-final di Donbass Arena, Donets’k, Kamis (28/6) dinihari WIB.
Kedua tim sebenarnya silih berganti melakukan jual-beli serangan, namun ketatnya pertahanan dari masing-masing kesebelasan membuat pertandingan berakhir imbang tanpa gol, hingga dua kali masa perpanjangan waktu. Pertandingan pun dilanjutkan dengan babak adu penalti.
Tampil sebagai penendang terakhir, Cesc Fabregas memastikan lolosnya Spanyol ke babak final. Di partai puncak, sang juara bertahan akan menghadapi pemenang antara Italia dan Jerman, yang baru akan berlangsung pada Jum’at (29/6) besok dinihari WIB.

La Furia Roja memang lebih diunggulkan dalam pertandingan ini, apalagi mereka tidak pernah terkalahkan di semi-final Kejuaraan Eropa. Pelatih Vicente del Bosque secara mengejutkan menurunkan Alvaro Negredo, yang memang seorang striker, menggeser Fernando Torres dan Fernando Llorente. Fabregas yang sebelumnya bermain sebagai “striker palsu” dipaksa tampil melalui bangku cadangan.
Sementara itu, pelatih Portugal Paolo Bento tidak bisa menampilkan starter yang sama seperti dalam tujuh pertandingan terakhir setelah Helder Postiga mengalami cedera saat lawan Republik Ceko di babak perempat-final. Hugo Almeida mendapat kepercayaan untuk mengisi pos tersebut dan posisinya ditopang oleh Cristiano Ronaldo di sayap kiri dan Nani di sayap kanan.

Babak Pertama
Di awal babak pertama, Portugal langsung menekan Spanyol. Pada menit kedua, tendangan sudut Miguel Veloso langsung mengarah ke gawang yang mampu ditips kiper Iker Casillas. Tendangan sudut berikutnya diambil Raul Meireles dan langsung ditangkap Casillas.
Beberapa menit kemudian, giliran Spanyol yang mengancam Portugal. Namun, ketatnya pertahanan lawan, terutama aksi Pepe dan Fabio Coentrao dalam menghalau bola, membuat sejumlah peluang tim Matador tak membuahkan hasil.

Pada menit kedelapan, tendangan Arbeloa memanfaatkan bola muntah di dalam kontak penalti tak membuahkan hasil karena masih terlalu tinggi di atas mistar gawang Portugal. Sebelumnya bola muntah terjadi akibat ketidakmampuan Negredo dalam mengejar bola usai menerima umpan dari Andres Iniesta yang menusuk ke pertahanan lawan.
Portugal tak mau kalah dalam usaha menyerang. Ronaldo menyisir di sisi kiri lapangan dan dari garis kotak penalti melepaskan umpan terukur ke depan gawang. Sudah ada rekannya, Nani, yang menyambut, namun Casillas dengan sigap menangkap bola.
Empat menit kemudian, Ronaldo mendapatkan hadiah tendangan bebas setelah dirinya dijatuhkan Gerard Pique di dekat sisi kanan kotak penalti Spanyol. Namun, tendangan bebas bintang Real Madrid itu masih membentur pagar hidup lawan.
Pada menit ke-19, Nani melakukan pergerakan berbahaya di sisi kanan dengan berusaha melewati sejumlah pemain lawan dan sempat terjatuh setelah mendapat kawalan dari Sergio Ramos yang melakukan hadangan. Namun, wasit tak menganggap itu sebagai pelanggaran.

Tujuh menit kemudian, beberapa kali usaha Portugal yang digalang Ronaldo, Almeida, dan Meireles mentah karena kemampuan pertahanan Spanyol dalam membendung gempuran. Penyelamatan terakhir dilakukan Ramos dengan dadanya sambil menjatuhkan diri. Para pemain Portugal menganggap Ramos handball, namun tidak demikian dengan wasit.
Pada menit ke-28, sebuah usaha tendangan Iniesta menyambut sodoran Xabi Alonso masih melambung di atas mistar gawang. Dua menit kemudian, giliran Portugal yang mengancam. Tendangan Ronaldo dengan kaki kiri di depan kotak penalti nyaris menjebol gawang, namun masih tipis menyamping di kanan gawang Casillas.
Saat pertandingan babak pertama memasuki menit-menit akhir, Spanyol mulai menemukan gaya permainan tiki-taka khas mereka. Namun, ketatnya pertahanan Portugal membuat serangan Spanyol terhenti di kotak penalti. Dan, pada menit ke-37, David Silva berada dalam ruang bebas untuk melakukan tusukan ke pertahanan Portugal dan melepaskan umpan ke dalam kotak penalti, namun Iniesta tak kuasa mengejar bola dan mampu ditangkap kiper Rui Patricio.
Pada menit ke-42, sebuah umpan panjang Pepe ke kotak penalti nyaris dapat digapai Almeida, namun bola melaju dengan deras dan hanya membuahkan tendangan gawang untuk Spanyol. Tiga menit kemudian, giliran pertahanan Portugal yang mendapat bahaya. Xavi nyaris mampu menggapai umpan tendangan bebas, namun Rui Patricio dengan sigap menangkap bola dan menandai pertandingan babak pertama berakhir tanpa gol.

Babak Kedua
Di awal babak kedua, Portugal lebih banyak melakukan inisiatif serangan ke pertahanan lawan. Namun, ketatnya pertahanan Spanyol membuat sejumlah peluang tidak membuahkan hasil.
Pada menit ke-51, Spanyol mendapat peluang, Xavi mengirim bola kepada Arbeloa di sisi kanan yang kemudian dilanjutkan dengan crossing ke kotak penalti Portugal, namun Pereira mengamankan dengan sundulan kepala.
Tiga menit kemudian, pelatih Vicente del Bosque melakukan pergantian pemain dengan menarik keluar Negredo dan memasukkan Fabregas. Skema seperti pertandingan lawan Prancis kembali digunakan.

Portugal memiliki peluang pada menit ke-56, tendangan keras Almeida dari luar kotak penalti masih melambung di atas mistar gawang. Dua menit kemudian, sang striker kembali mendapat peluang di sisi kanan kotak penalti Spanyol, namun lagi-lagi tendangannya masih menyamping di kanan gawang Casillas.
Duel sesama pemain Real Madrid terjadi pada menit ke-59. Ronaldo melakukan tusukan ke dalam kotak penalti yang dikawal ketat Ramos, dan bintang Portugal itu sempat terjatuh setelah tangan rekannya itu mengenai pundaknya. Namun, wasit tidak memberikan hadiah penalti untuk Portugal karena tindakan Ramos bukan sebuah pelanggaran.
Sebuah peluang didapat Spanyol melalui situasi bola mati di area berbahyaa. Pada meni ke-63, Pereira mendapat kartu kuning karena secara sengaja menarik kaos Fabregas. Tendangan bebas di dekat kotak penalti dilakukan Xavi, namun Almeida melakukan penyelamatan dengan sundulan kepala.
Pada menit ke-67, situasi berbahaya didapatkan Portugal. Xavi yang berada di ruang cukup bebas melepaskan tendangan keras dari depan kotak penalti, namun bola justru mengarah tepat dalam dekapan Rui Patricio. Satu menit sebelumnya, Alonso juga mendapatkan peluang, namun tendangannya masih menyamping.

Duel sesama pemain Real Madrid kembali terjadi, tepatnya pada menit ke-71, kali ini antara Ronaldo dan Arbeloa. Pemain yang terakhir memaksa menghadang rekannya itu sehingga membuahkan pelanggaran beberapa meter di depan kotak penalti. Tendangan bebas langsung diambil Ronaldo sendiri. Sayang, tendangannya sangat tipis di atas gawang Casillas.
Empat menit kemudian, Nani berusaha melepaskan sebuah umpan ke depan gawang, namun bola mengenai Xavi di dalam kotak penalti. Dalam tayangan ulang terlihat, gelandang Barcelona itu menggunakan tangannya untuk menutup dada terhadap tendangan keras Nani, namun wasit tak melihat hal itu sebagai pelanggaran.

Pada menit ke-80, Veloso melepaskan tendangan bebas di sisi kanan pertahanan Spanyol, namun bola dengan mudah mampu digapai Casillas.
Lagi-lagi duel sesama pemain Real Madrid terjadi, kali ini pada menit ke-82, antara Ronaldo dan Alonso. Pergerakan Ronaldo dihentikan rekannya itu sehingga membuahkan pelanggaran. Tendangan bebas Ronaldo dari jarak 26 meter mengenai tangan Arbeloa yang kemudian mendapat kartu kuning. Tendangan bebas kembali diambil Ronaldo, dan kali ini justru melambung di atas mistar gawang.

Dua menit jelang pertandingan waktu normal berakhir, Portugal melakukan serangan balik berbahaya akibat tendangan bebas lemah dari Alonso. Ronaldo mendapatkan peluang emas. Mendapat umpan dari rekannya Meireles, ia kemudian melepaskan tendangan keras dengan kaki kirinya namun bola justru menyamping dan melambung di udara. (vivanews)

proud of you fabregas

nanti malam akan ada pertandingan antara italia vs jerman, berharapa jerman yang menang, biar nanti final Jerman vs Spanyol, Spanyol pemenangnya,< La Furia Roja Spanyol  🙂 :0 🙂

Story

BERKAT SEDEKAH, TUKANG BECAK ITU MENGUNJUNGI BAITULLAH

Pak Parman, demikian orang-orang memanggilnya. Dia hanyalah seorang tukang becak. Sudah bisa ditebak, berapa kekayaannya? Dia hanya punya tempat tinggal, dan itu pun kost di tempat yang kumuh, yang gentengnya sewaktu-waktu bisa bocor karena hujan. Meski begitu, Pak Parman memiliki budi yang sangat mulia. Kemiskinan yang merenggut kehidupannya, tidak menutup mata batinnya untuk selalu berbagi kepada orang lain. “ Siapa kira orang miskin tidak bisa naik haji. Karena sedekah, tukang becak yang satu ini justru mendapatkan keberkahan untuk menunaikan rukun Islam kelima. Tapi, bukan harta yang bisa ia sumbangkan. Sebab, untuk makan sehari-hari saja sulit, apalagi berniat untuk berbagi harta kepada orang lain. Maka, yang hanya bisa dilakukan Pak Parman adalah “sedekah jasa”. Yaitu, setiap hari Jum’at ia menggratiskan semua penumpang yang naik becaknya. Ini adalah hal yang luar biasa. Tidak semua orang bisa melakukannya, apalagi orang miskin seperti dirinya. Maka, atas kebaikannya itulah, suatu “keberkahan hidup” kemudian menghampirinya. Suatu ketika, di hari Jum’at pertama bulan Ramadhan, tiba-tiba, ada orang yang kaya raya mobilnya mogok. Kebetulan, mogoknya tidak jauh dari pangkalan becak Pak Parman. Orang kaya itu pun bertanya kepada supirnya, “Pir, kalau naik becak kira-kira ongkosnya berapa ya?” “Paling juga dua sampai tiga ribuan,” jawab supir kepada majikannya. Orang kaya tersebut pun memutuskan naik becak karena sebenarnya jarak dirinya dengan rumahnya sudah lumayan dekat. Maka, dipanggillah tukang becak yang ada di pangkalan tersebut dan kebetulan Pak Parman yang datang. Lalu, digoeslah becak itu oleh Pak Parman menuju rumah orang kaya tersebut. Setelah sampai di tempat, Pak Parman dikasih uang 10 ribu dan tidak usah dikembalikan. Namun, oleh Pak Parman uang itu ditolaknya. “Kenapa Bapak menolaknya?” tanya orang kaya itu.. “Saya sudah meniatkan dari dulu, kalau setiap Jum’at saya menggratiskan semua penumpang yang naik becak saya,” jawabnya jujur. Setelah itu, Pak Parman pun pergi meninggalkan orang kaya tersebut. Rupanya, kejadian itu sangat membekas di hati orang kaya tersebut. Orang kaya seperti dirinya saja tidak pernah sedekah, ini orang miskin malah melakukannya dengan begitu tulus. Lalu, dikejarlah Pak Parman. Setelah dapat, Pak Parman pun dikasih uang satu juta. Orang kaya itu pikir, Pak Parman akan menerimanya karena uangnya besar. Tapi, Pak Parman tetap menolaknya. Lalu, dinaikkan lagi menjadi dua juta dan tetap Pak Parman menolaknya. Alasan Pak Parman sama: dia tidak menerima uang sepeser pun di hari Jum’at untuk jasa ojek becaknya. Sebab, dia sudah meniatkannya untuk bersedekah. Subhanallah! Tapi, hal ini justru membuat orang kaya tersebut semakin penasaran. Maka Jum’at berikutnya (di hari Ramadhan juga), orang kaya itu pun naik becak lagi. Ia sengaja meninggalkan supirnya untuk pulang ke rumah sendiri dan dia lebih memilih berhenti di pangkalan itu untuk bisa naik becak Pak Parman. Maka diantarlah orang kaya tersebut ke rumahnya oleh Pak Parman. Setelah sampai, Pak Parman pun diberikan uang yang lebih besar lagi, kali ini 10 juta. Orang kaya itu pikir Pak Parman akan tergoda oleh uang sebanyak itu. Tapi, lagi-lagi, perkiraannya meleset. Pak Parman, sekali lagi, menolak uang yang bagi dia itu sebenarnya sangat besar. Apalagi, sebentar lagi akan Lebaran dan uang itu pasti akan berguna buat dirinya dan keluarganya. Tapi, orangtua itu menolaknya dengan halus. Kejadian ini benar-benar membuat orang kaya tersebut tidak mengerti. Kenapa orang miskin seperti Pak Parman tidak mau menerima uang sebesar itu? Padahal, uang itu bisa ia gunakan selama berbulan-bulan. Namun, rasa penasaran orang kaya itu rupanya tidak pernah berhenti. Jum’at berikutnya, dia pun naik becak milik Pak Parman lagi. Namun, kali ini ia minta diantarkan ke tempat yang lain. “Pak, antarkan saya ke rumah Bapak,” pinta orang kaya. “Memangnya, ada apa, Pak?” jawab Pak Parman polos. “Pokoknya, antarkan saya saja.” Akhirnya, Pak Parman terpaksa mengantarkan orang kaya itu ke rumahnya. Mungkin orang kaya itu hanya ingin menguji: apakah tukang becak itu benar-benar orang miskin ataukah tidak? Mereka pun akhirnya sampai di rumah Pak Parman. Betapa terkejutnya orang kaya itu, karena rumah yang dimaksud hanyalah sebuah rumah kost yang sangat jelek. Gentengnya sewaktu-waktu bisa roboh karena terpaan air hujan. Karena sangat iba melihat kejadian itu, orang itu pun merogoh uangnya sejumlah Rp. 25 juta. “Ini Pak, uang sekedarnya dari saya. Mohon Bapak menerimanya,” pinta orang kaya kepada Pak Parman. Apa reaksi Pak Parman? Ternyata, dengan halus dia pun tetap menolaknya. Hal ini benar-benar sangat mengejutkan orang kaya itu. Bagaimana bisa orang semiskin dia menolak uang pemberian sebesar Rp. 25 juta? Kalau bukan dia adalah lelaki yang luar biasa, yang memiliki budi yang sangat luhur. Akhirnya orang kaya itu pun menyerah. Dia benar-benar kalah dengan ketulusan hati Pak Parman. Ia percaya bahwa apa yang dilakukan Pak Parman benar-benar tulus dari hatinya. Ia benar-benar tidak tergoda oleh indahnya dunia dan kilaunya uang jutaan rupiah. Mungkin ia satu pribadi yang langka dari 1000 orang yang ada, yang sewaktu-waktu hanya muncul di dunia. Luar biasa! Tapi, orang kaya itu berjanji bahwa suatu saat ia akan memberikan yang terbaik buat tukang becak yang berhati mulia tersebut. Sebab, mungkin, baru kali ini hatinya terusik lalu disadarkan oleh orang miskin yang hanya seorang tukang becak. Dan waktu pun terus berlalu. Lebaran telah tiba. Pak Parman dan orang kaya itu tidak bertemu lagi. Menjelang Lebaran Haji (Idul Adha), orang kaya itu kembali menemui Pak Parman di rumah kostnya. Kembali ia pun datang di hari Jum’at. Mudah-mudahan kali ini niatnya tidak sia-sia. Setelah mereka bertemu, di depan Pak Parman orang kaya kemudian bicara terus terang, “Pak, mohon kali ini niat baik saya diterima. Bapak dan istri serta anak Bapak akan saya berangkatkan haji ke Tanah Suci. Sekali lagi, mohon Bapak menerima niat baik saya ini?” Pak Parman menangis di depan istri dan anak semata wayangnya. Pergi ke Mekkah saja tidak pernah ia bayangkan sejak dulu, ini apalagi ia dan keluarganya akan diberangkatkan naik haji. Ini benar-benar hadiah yang sangat luar biasa dari Allah swt. Tawaran orang kaya itu pun diterima Pak Parman dengan setulus hati. Maka, Pak Parman dan keluarganya pun akhirnya pergi haji. Ya, seorang tukang becak yang miskin tapi memiliki hati yang sangat mulia akhirnya bisa melihat keagungan Ka’bah di Mekkah al-Mukarramah dan makam Nabi Muhammad saw di Madinah. Kebaikannya dibalas oleh Allah. Ia yang menolak satu juta, dua juta, 10 juta, hingga Rp. 25 juta, tapi Allah menggantinya dengan haji ke Baitullah, bersama istri dan anaknya! Jadi, berapa kali lipatkah keberkahan yang didapatkan Pak Parman karena sedekah yang ia lakukan setiap hari Jum’at?! Subhanallah! Bahkan, tidak saja dihajikan secara gratis, Pak Parman akhirnya dibuatkan rumah oleh orang kaya tersebut. Maka, semakin berkahlah hidup si tukang becak berhati mulia itu. Dan sejak itu, Pak Parman pun bisa tinggal di sebuah tempat yang nyaman dan tidak memikirkan lagi uang untuk kost di bulan berikutnya. Demikian kisah tukang becak yang bisa naik haji karena sedekah yang dilakukannya. Apakah kita sudah seperti Pak Parman? Dia yang miskin masih memikirkan untuk berbagi untuk orang lain, apalagi kita yang mungkin lebih mampu dibandingkan dia. Mudah-mudahan kita bisa mengikuti jejaknya, terutama dalam hal ketulusannya dalam berbagi! Amin.

music

cekidot lagu minang terbaik, cinto ranah minang

Pulanglah Uda

Uda kanduang dirantau urang
Pulanglah Uda di tanah Jao
Rindo lah lamo indak basuo, apo ka dayo
Lupo kok Uda jo diri denai
Sumpah jo janji maso sapayuang kito baduo

Ondeh Uda sibiran tulang
Lah tibo pulo kapa balabuah
Uda den nanti di Taluak Bayua
Ndak kunjuang tibo

Ondeh Uda pulanglah Uda

Di tanah Jao di rantau urang
Kinilah lupo (kinilah lupo) jo gadih Minang
Jan kan surek kaba barito
Denai mananti (denai mananti) jo aia mato
Malangnyo badan cinto digantuang indak batali – 2x

” AMBO RANG AWAK JUO”

Lamo ranah denai tinggakan
Kini putiah rambuik di kapalo
Ulah budi tajarek hati
Ndak rang awak, rang kito juo

Sanangnyo hati mandangakan
Alah rancak oi Ranah Bundo
Samaso ketek tampek bamain
Dulu sawah kini lah koto

Bia lamo tak pulang
Ambo rang awak juo
Indak lupo jo randang
Patai jo samba lado

” CINTO JAN DI BALI”

Cincin bamato di jari manih
Cincin siapo nan uda pakai
Tolong lah jawek tanyo den kini
Tarangah denai Manahan tangih
Daganglah tandeh pokok lah habih
Rang lain juo nan barasaki
Kini den tau cinto uda manduo
Nan uda tanam di dalam dado
Denai di sayang urang di cinto
Dek uda kayo lapeh kandak nyo
Pitih dapek di cari budi jan di bali
Cinto lai ka datang juo ondeh mak….
Pitih dapek di cari budi jan di bali
Cinto lai ka datang juo……
Bialah rambuik samo hitam nyoi
Usah samokan den jo diri nyo
Denai ndak silau nan dek harato
Bukak lataran dek roman rancak
Oi bukan silau ameh jo perak
Urang di jajah bakato awak
Sungguah pun bumi lah jadi duo
Ombak mahampeh manjadi bancano
Balun sasakik hati nan luko
Luko nan tiado paubek nyo
Kayo jan di panggak kan
Cinto bukan dagangan
Tinggakanlah denai surang
Ondeh mak….
Kayo jan di panggak kan
Cinto bukan dagangan
Tinggakanlah denai surang
‘ KASIH TAK SAMPAI”

Malang bacinto.. bintang jo bulan
kasiah di gungguang dek matohari
Bia bacarai nyao jo badan
Putuihlah tali jantuang jo hati
Cinto ka uda den baok mati

Ka dalam tanah maik ba kubua
Datang malaikaik yo nan batanyo
Apo ka dayo yo nan takana
Kasiah ka uda nan indak sampai
Yo nan takana kasiah ndak sampai
liriklaguminang.blogspot.com
Cinto… den indak ado duonyo
Cinto… den hanyo ka uda surang

Bia mangamuak topan jo badai
Cinto den indak ado duonyo
Bia di dunia kasiah ndak sampai
Yo di akhiraik den nanti juo
Uda den nanti dalam sarugo

Ka dalam tanah maik ba kubua
Datang malaikaik yo nan batanyo
Apo ka dayo yo nan takana
Kasiah ka uda nan indak sampai
Yo nan takana kasiah ndak sampai

Cinto… den indak ado duonyo
Cinto… den hanyo ka uda surang
liriklaguminang.blogspot.com
Bia mangamuak topan jo badai
Cinto den indak ado duonyo
Bia di dunia kasiah ndak sampai
Yo di akhiraik den nanti juo
Uda den nanti dalam sarugo

Cinto den indak, ado duonyo..

“Bukitinggi ANDAM OI ”

Bukiktinggi koto rang Agam yo andam oi
Mandaki janjang ampek puluah
Babelok jalan ka Malalak -2x

Sakik sagadang bijo bayam yo andam oi
Sakik bak raso ka mambunuah
Di ubek indak namuah cegak -2x

Andam oi andam, andam oi andam, oi andam oi
Andam oi andam, andam oi andam, oi andam oi

Bukan denai takuik mandi yo andam oi
Denai nan takuik basah-basah
Mandi ka Lubuak Pariangan -2x

Bukan denai takuik mati yo andam oi
Denai nan takuik patah-patah
Badan nan sadang batunangan -2x

Andam oi andam, andam oi andam, oi andam oi
Andam oi andam, andam oi andam, oi andam oi

music

“When You’re Gone”

the lyrics are very touching and really touches the soul

“When You’re Gone”

I always needed time on my own
I never thought I’d need you there when I cry
And the days feel like years when I’m alone
And the bed where you lie is made up on your side

When you walk away I count the steps that you take
Do you see how much I need you right now

When you’re gone
The pieces of my heart are missing you
When you’re gone
The face I came to know is missing too
When you’re gone
The words I need to hear to always get me through the day and make it ok
I miss you

I’ve never felt this way before
Everything that I do reminds me of you
And the clothes you left, they lie on the floor
And they smell just like you, I love the things that you do

When you walk away I count the steps that you take
Do you see how much I need you right now

We were made for each other
Out here forever
I know we were, yeah
All I ever wanted was for you to know
Everything I’d do, I’d give my heart and soul
I can hardly breathe I need to feel you here with me, yeah

film

Beberapa film yang luar biasa

Beberapa film romantis yang membuat kita menangis , hihih sedikit terharu :

 

“Leaving On A Jet Plane”

Gambar

I’m … I’m …

All my bags are packed, I’m ready to go
I’m standin’ here outside your door
I hate to wake you up to say goodbye

But the dawn is breakin’, it’s early morn
The taxi’s waitin’, he’s blowin’ his horn
Already I’m so lonesome I could die

So kiss me and smile for me
Tell me that you’ll wait for me
Hold me like you’ll never let me go

‘Cause I’m leaving on a jet plane
I don’t know when I’ll be back again
Oh, babe, I hate to go

I’m …

There’s so many times I’ve let you down
So many times I’ve played around
I’ll tell you now, they don’t mean a thing

Every place I go, I think of you
Every song I sing, I sing for you
When I come back I’ll wear your wedding ring

So kiss me and smile for me
Tell me that you’ll wait for me
Hold me like you’ll never let me go

‘Cause I’m leaving on a jet plane
I don’t know when I’ll be back again
Oh, babe, I hate to go

Now the time has come to leave you
One more time, oh, let me kiss you
And close your eyes and I’ll be on my way

Dream about the days to come
When I won’t have to leave alone
About the times that I won’t have to say …

Oh, kiss me and smile for me
Tell me that you’ll wait for me
Hold me like you’ll never let me go

‘Cause I’m leaving on a jet plane
I don’t know when I’ll be back again
Oh, babe, I hate to go

And I’m leaving on a jet plane
I don’t know when I’ll be back again
Oh, babe, I hate to go

But I’m leaving on a jet plane
(Ah ah ah ah)
Leaving on a jet plane
(Ah ah ah ah)

 
 
it’s very nice song. deep in my heart, touched my soul and made me cry after that
 
 
 
paperweight
Gambar
 
Been up all night staring at you
wondering what’s on your mind
i’ve been this way with so many before
but this feels like the first time
you want the sunrise to go back to bed
i want to make you laugh
mess up my bed with me
kick off the covers i’m waiting
every word you say i think
i should write down
don’t want to forget come daylight
happy to lay here
just happy to lbe here
i’m happy to know you
play me a song
your newest one
please leave your taste on my tongue
paperweight on my back
cover me like a blanket
mess up my bed with me
kick off the covers i’m waiting
every word you say i think
i should write down
don’t want to forget come daylight
and no need to worry
that’s wastin time
and no need to wonder
what’s been on my mind
it’s you
it’s you
it’s you
every word you say i think
i should write down
don’t want to forget come daylight
and i give up
i let you win
you win cause i’m not counting
you made it back
to sleep again
wonder what you’re dreaming
 
 
VERY AMAZING SONG
 
Story

cerita haru ”’ make me crying

Gambar

Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki :

Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.

Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.

Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.

Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.

Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.

Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.

Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkimpoianku, aku juga membenci kedua orangtuaku.

Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.

Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.

“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.

Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”
“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.

Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.
Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung.

Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.
Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.

Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.

Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.

Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.

Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.

Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.

Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.

Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.

Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.
Istriku Liliana tersayang,
Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.

Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.

Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.

Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!

Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.
Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.
Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.

Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”
Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”
Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”
Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”
Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus